Menteri PKP juga menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah memperbarui data kriteria penerima rumah subsidi bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Tujuannya adalah agar program rumah subsidi ini lebih akurat dan adil sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
“Terus terang, kami sedang membicarakan dengan serius dengan BPS. Nanti akan ada keputusan baru. Karena itu data tahun berapa ya? Berapa tahun lalu ya? Kita mesti update lah dengan situasi terkini, sehingga makin adil,” kata Ara.
Selain mitra Gojek, pemerintah juga telah mengalokasikan rumah subsidi untuk 12 kelompok profesi lainnya. Petani dan buruh masing-masing mendapatkan jatah 20.000 unit. Tenaga kesehatan seperti perawat mendapat 15.000 unit, sementara bidan mendapat 10.000 unit. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendapatkan 14.500 unit, dan wartawan mendapat 1.000 unit.
Program ini mendapat sambutan positif dari Gojek. Direktur Utama Gojek, Patrick Walujo, mengatakan bahwa Gojek sejak tahun 2018 telah menjalankan program Swadaya untuk membantu mitra pengemudi dalam hal kepemilikan rumah. Namun, cakupannya masih sangat terbatas.
“Sebetulnya di Gojek sejak tahun 2018, kami sudah memulai program yang namanya Swadaya. Untuk membantu para mitra kami untuk bisa memiliki rumah. Cuma jumlahnya pada sampai saat ini masih minimum,” kata Patrick Walujo.
