“Di pemilu ini banyak berita hoaks atau berita tidak benar berkaitan dengan pemilu, maka melalui kegiatan ini cek fakta mafindo hadir untuk memberikan edukasi dapat mengetahui mana berita hoaks pada generasi Z," jelasnya, Rabu (11/11/2023).
Teknik unik belajar mengajar berkelompok pada sekolah kebangsaan tersebut terdiri dari empat segmen ini berhasil mencuri perhatian siswa, di lihat dari antusiasme dalam mengikuti diskusi melalui pendamping atau fasilitator Mafindo. Empat segmen ini terdiri dari edukasi pemilu, demokrasi, prebungking, dan edukasi sanksi bagi orang yang menyebarkan informasi hoaks.
"Ini penting bagi mereka untuk menghadapi pemilu karena mereka adalah pemilih pemula dan belum ada pengalaman terkait pemilu, jadi mereka harus mengetahui tahapan pemilu dan tahapan yang terjadi," kata Presedium Mafindo Kendari, Jumrana.
Jumrana pun membeberkan tips dan upaya agar terhindar dari informasi hoaks dan bagaimana cara merespon berita hoaks.
"Melalui sekolah kebangsaan ini kita ajarkan mereka mengantisipasi menerima informasi hoaks, jadi Mafindo itu ada aplikasi Chatbot Kalimasada, jadi kalau misal mereka mendapatkan informasi yang meragukan, mereka bisa menggunakan Kalimasada untuk cek atau memverifikasi informasi tersebut benar atau salah," tutupnya.
