"Dengan melihat potensi daerah kita yang secara permintaan tinggi terhadap produk syariah, maka investasi syariah bisa menjadi salah satu opsi bagi masyarakat untuk dimiliki," tandas Bayu.

Kepala Laboratorium GIS IAIN Kandari, Sumiyadi, mengatakan bahwa secara keseluruhan angka 2.500 investor baru tersebut merupakan gabungan seluruh mahasiswa di IAIN Kendari.

Capaian presentasi itu, kata Sumiyadi, tidak lepas dari dukungan para pimpinan institusi. Ia menilai perencanaan, koordinasi, dan komunikasi kepada pimpinan institut adalah hal yang utama.

Baca Juga: CHERY AEM Resmi Ekspansi di Kendari, Target Perkuat Layanan Otomotif di Sulawesi Tenggara

"Dari informasi Rektorat, sebanyak 10.000 jumlah mahasiswa, jadi sekitar 20 persen mahasiswa yang berinvestasi," ungkapnya.