Dan kelima; memiliki kemampuan awal bela negara. Setiap warga negara harusnya secara aktif berusaha untuk mempunyai kemampuan dasar bela negara sebagai bukti akan kesiapannya kapan saja.
Belanegara bukan hanya masa lalu saat revolusi mencapai kemerdekaan, namun juga masakini dan masa akan datang, dimana ancaman dan tantangan yang dihadapi bangsa dan negara semakin komplek dalam segala aspek kehidupan baik dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan perthanan keamanan (Ipoleksosbudhankam), seperti konflik perbatasan, pertarungan ideologi, perdagangan bebas, perubahan iklim, isu HAM, lingkungan hidup, bencana alam hingga kondisi krisis akibat pandemic, juga ancaman terhadap kesatuan dan kelangsungan negara.
Baca juga: Urgensi Tata Ruang di Era Pengembangan Wilayah Kota
Di era globalisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat ini, pengaruhi pemikiran, pola hidup dan perilaku manusia termasuk bangsa Indonesia, terkait bentuk ancaman sangat bervariasi dan kompleks, menurut para pakar hanya bangsa yang mempunyai keunggulan penguasaan teknologi dan informasi yang mampu bersaing dan menang dalam pertarungan golbal.
Dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di masa persaingan global saat ini maka diperlukan penanaman kesadaran bela negara pada generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan dalam mengisi kemerdekaan, hal ini harus disesuaikan situasi dan kondisi serta bentuk ancaman yang dihadapi, karena ancaman saat ini bukan hanya ancaman militer, tapi juga ancaman non militer aspek Ipoleksosbudhankam, seperti; persaingan global, perdagangan bebas, lemahnya SDM, sosial budaya, kemajemukan, intoleransi, nasionalisme, derasnya arus informasi di medsos membawa efek luar biasa bagi kaum melinial.
