Dikatakannya, semakin tua usia guru, hambatan dalam pemanfaatan teknologi semakin besar. Dan, hambatan relatif lebih kecil dialami pada guru yang berusia di bawah 35 tahun.

Subarsono menyampaikan, dari survei terhadap siswa ditemukan fakta bahwa hampir sebagian besar merasa kegiatan pembelajaran jarak jauh lebih sulit daripada kegiatan pembelajaran konvensional.

Tak hanya itu. Materi pembelajaran jarak jauh lebih sulit daripada materi pembelajaran tatap muka. Sebagian besar siswa mengeluhkan bosan mengikuti pembelajaran daring dan lebih bersemangat mengikuti pembelajaran tatap muka.

Dikatakan Subarsono, masih ada kesenjangan antara desain kebijakan dan operasional penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh di level pendidikan dasar menengah. "Guna menjembatani kesenjangan tersebut perlunya memperkuat kreativitas guru agar pembelajaran jarak jauh lebih menarik dan memotivasi siswa untuk belajar," paparnya.

Saat pandemi COVID-19 berakhir, Subarsono merekomendasikan pembelajaran jarak jauh untuk terus dilaksanakan dan melakukan inovasi pembelajaran agar dapat mengurangi beban siswa.