Dari aktivitas tersebut, ia menjalani kehidupan mewah dengan tinggal di hotel-hotel mahal, mengenakan pakaian eksklusif, serta memiliki banyak perhiasan. Popularitasnya meningkat, terutama ketika Perang Dunia I berlangsung dan ia sering berhubungan dengan berbagai tokoh militer serta pejabat.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Aisha Bhutta: Mualaf Skotlandia yang Mengislamkan Lebih dari 30 Orang
Namun pada 1917, pemerintah Prancis menangkap Mata Hari dengan tuduhan sebagai mata-mata Jerman. Ia diduga menyampaikan informasi penting yang berkaitan dengan operasi militer. Proses hukum terhadap dirinya berlangsung dalam situasi ketat dan penuh tekanan.
Dalam persidangan pada 24 Juli 1917, Mata Hari membantah tuduhan tersebut. Ia mengakui pernah berhubungan dengan sejumlah perwira Jerman, tetapi menegaskan hal itu terjadi dalam konteks pekerjaannya sebagai penari. Meski demikian, pengadilan tetap menyatakan dirinya bersalah.
Pada 15 Oktober 1917, Mata Hari dieksekusi oleh pemerintah Prancis. Sebelum hukuman dijalankan, ia kembali menegaskan bahwa dirinya bukan mata-mata. Pernyataan itu menjadi bagian dari catatan akhir kehidupannya yang kemudian banyak dibahas dalam sejarah Eropa. (C)
