"Sejak Januari sudah siap sebenarnya, hanya karena jumlah kasus positif COVID-19 meningkat, maka pembelajaran tatap muka ditunda," lanjutnya.
Mantan Asisten II Pemkot Kendari ini menambahkan, jika belajar tatap muka sudah berjalan, maka sistem penerapan pembelajaran akan disesuaikan dengan kapasitas sekolah masing apakah sekolah berlangsung setiap hari untuk sekolah kecil, tiga kali seminggu untuk sekolah sedang, atau hanya seminggu sekali untuk sekolah besar.
Sekolah kecil merupakan sekolah dengan kapasitas siswa di bawah 200, kapasitas sedang 200-500 siswa, dan sekolah besar memiliki siswa 500 ke atas.
Baca Juga: HUT RI ke-76, Pemprov Sultra Siap Laksanakan Vaksinasi Merdeka
Baca Juga: Pasien Sembuh di Kendari Terus Bertambah, Zona Merah Sisa 1 Kelurahan
