Frebi menilai, kegiatan perkuliahan di perguruan tinggi lebih bisa terjamin penerapan protokol kesehatan. Alasannya, usia peserta tatap muka jauh lebih dewasa.

Baca juga: HGN 2020, Dewan Pendidikan Sultra: Momen Menghargai Profesionalisme Guru

Berbeda dengan anak-anak sekolah dengan usia yang jauh lebih muda. Apalagi sekolah dasar, harus diawasi secara ketat.

"Gurunya tidak boleh lengah sedikit. Anak SD harus dipepet pembimbingnya, kalau lepas ya sudah bisa berbahaya,” kata Frebi.

Namun demikian, menurut politikus PDIP itu, kalaupun kegiatan belajar mengajar tatap muka tetap dilakukan, ia menyarankan ada opsi pengurangan kapasitas ruang kelas dan jam belajar.