"Kami sangat menyayangkan tambat labuh buatan Pemerintah Daerah ala kadarnya tidak sesuai harapan seperti yang mereka katakan kepada kami waktu pertemuan," kesalnya.
Kata dia, Pemda bersama kontraktor bandara hanya memasang talut penahan gelombang pada sisi Utara saja, sementara sisi Barat dan Selatan tidak dibuatkan pemecah gelombang.
"Itupun hanya sepotong, tidak memanjang keluar dan tidak berbentuk segi empat. Makanya, begitu datang ombak besar dan badai perahu tidak dapat bertahan karena tidak ada yang membatasi atau memecah hantaman ombak," tukasnya.
Hasmin juga kecewa dengan sikap Pemda dan pihak kontraktor yang terburu-buru menutup muara sungai Lametuna tempat nelayan menyimpan perahu dan mengeluarkan perahu nelayan, sementara mereka tidak mampu menyimpan tambatan perahu yang memadai.
"Seharusnya jangan dulu kami dipindahkan dari muara sungai. Inilah akibatnya, yang korban bukan mereka tapi kami nelayan kecil dan rasakan dampaknya," terangnya.
