Namun, seiring dengan pembangunan bandara, muara sungai tersebut ditutup dan nelayan mesti memindahkan perahu ke lokasi lain yang telah disepakati Pemda dan nelayan setempat.

Baca Juga: Nelayan Kolaka Utara Keciprat Dana Rp 413 Juta

Beberapa waktu lalu, penutupan muara sungai itu sempat menjadi polemik dan ditolak oleh nelayan setempat, dengan alasan belum tersedianya tambat labu pengganti sebagaiman janji Pemda saat rapat pembebasan lahan beberapa waktu lalu.

Hingga akhirnya, Pemda bersama pihak kontraktor dan masyarakat nelayan bertemu dan bersepakat untuk membuat tambat labu sementara bagi nelayan di ujung Utara Bandara.

Sayang, tambat labu yang dibuat Pemda tersebut tidak sesuai ekspektasi dan kesepakatan awal. Dan apa yang dikhawatirkan nelayan sejak awal akhirnya terbukti. Sebanyak 11 unit perahu milik nelayan porak-poranda di hantam badai.