KOLAKA UTARA, TELISIK.ID – Abrasi pantai menjadi ancaman serius bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Kolaka Utara, terutama saat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi melanda.
Minimnya pembangunan tembok pemecah ombak akibat keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat beberapa wilayah pesisir desa berada dalam kondisi rawan.
Salah satu desa dengan kondisi yang cukup memprihatinkan adalah Desa Lawata, Kecamatan Pakue Utara. Belasan rumah yang terletak di sepanjang bibir pantai, khususnya di Dusun I dan Dusun III, terancam tersapu ombak. Bahkan, dua unit rumah beserta satu mushola dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.
Seorang warga Desa Lawata, Mutmainna mengungkapkan, rumah milik neneknya (almarhumah Dg Manrapi) di Dusun III mulai kemasukan air laut setiap kali gelombang tinggi terjadi. Ia mengatakan, peristiwa ini mulai terjadi sejak Desember 2024.
"Sejak Desember, kalau tidak salah. Baru-baru ini air laut bahkan masuk ke dalam rumah dan dapur, membawa pasir akibat kuatnya ombak," ujarnya melalui WhatsApp, Rabu (5/2/2025).
