Iordanescu menilai, duel timnya dengan Belgia merupakan pertandingan yang spektakuler. Timnya mencoba untuk bersaing dan memberikan segalanya. Dia pun menegaskan bahwa Rumania tidak pernah menyerah dan berjuang sangat keras.
“Kami memulai pertandingan dengan beberapa kesalahan dan gol itu diawal sulit diatasi. Kami memiliki rencana B tetapi menghadapi tim ketiga di peringkat (dunia) itu sulit, kami memiliki nasib buruk,” kata Iordanescu.
Memasuki babak kedua, Iordanescu menilai timnya mulai pulih dan memiliki lebih banyak inisiatif menyerang. Dia menyebut ada tiga atau empat peluang yang diperoleh lewat Dragusin, Man, Ratiu dan Mihaila.
“Ini (grup) yang paling rumit, tetapi kami berada di puncak dan sekarang kami hanya mengandalkan kinerja kami. Hal yang paling menjengkelkan bagi saya adalah gol kedua, karena kami tidak tahu bagaimana menghindarinya,” ujar Iordanescu.
Menghadapi pertandingan terakhir penyisihan Grup E melawan Slovakia, Iordanesco optimis bisa lolos ke 16 besar.
