KENDARI, TELISIK.ID - Terdapat mitos yang menyebutkan bahwa menikah di bulan Safar dilarang karena dianggap membawa sial atau malapetaka.
Kepercayaan ini sering kali membuat pasangan ragu untuk menggelar pernikahan pada bulan kedua dalam kalender Hijriah tersebut. Namun, benarkah anggapan ini dari sisi agama Islam?
Kepercayaan bahwa bulan Safar membawa sial berasal dari tradisi jahiliah Arab sebelum Islam dilansir dari okezone.com, Jumat (8/8/2025)
Dimana bulan ini dianggap membawa bala dan penyakit, sehingga masyarakat menghindari kegiatan besar, termasuk pernikahan.
Rasulullah SAW dengan tegas membantah anggapan tersebut melalui hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim, yang menyatakan:
