Bendungan Pelosika juga dirancang mendukung pengembangan energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 40 megawatt.
Selain itu, terdapat potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 261,12 megawatt.
Rencana pemanfaatan energi tersebut menjadi bagian dari pengembangan fungsi bendungan, yang mencakup irigasi, penyediaan air baku, dan pengendalian banjir.
Kebutuhan anggaran pembangunan Bendungan Pelosika diperkirakan mencapai Rp 9,8 triliun. Proyek ini dirancang menggunakan tipe bendungan urugan dengan inti tanah liat atau clay core.
Secara teknis, bendungan tersebut memiliki tinggi 63 meter, dengan elevasi puncak 121 meter. Panjang puncaknya direncanakan mencapai 404,26 meter, sedangkan lebarnya 15 meter.
