Sementara itu, Dr Andang memaparkan, kawasan heritage Baubau menyimpan kekayaan intrinsik, mulai dari narasi sejarah hingga objek fisik. Benteng Keraton disebut sebagai yang terluas dan masih hidup di dunia. Namun, modernisasi bangunan di kawasan benteng menjadi tantangan. Tercatat, terdapat 193 bangunan yang melanggar estetika keaslian kawasan.

“Kota Baubau harus punya visi ganda, yakni pelestarian berkelanjutan dan pengakuan warisan dunia,” kata Dr Andang. Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat menjaga keaslian kawasan.

Kajian dokumen strategi ini turut dilengkapi analisis SWOT untuk melihat keseluruhan permasalahan. Intinya, pengusulan Benteng Keraton sebagai warisan dunia UNESCO diharapkan menjadi daya tarik global sekaligus pusat perekonomian baru di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga: Hutan Pinus Samparona, Primadona Wisata Alam di Baubau

Dr Andang menambahkan, kolaborasi dengan lembaga internasional seperti KNIUU, ICOMOS, dan UNESCO sangat diperlukan dalam proses ini. Dokumen pun dianalisis secara kuantitatif dengan metode Spider Chat IFAs dan EFAS yang merekomendasikan sistem manajemen menjaga keaslian objek sejarah di kawasan heritage.