Menurut penuturan La Ibu, salah seorang masyarakat Liya Togo, dahulu Benteng Keraton Liya dijadikan sebagai benteng pertahanan dari Portugis dan gangguan lainnya yang dapat merusak stabilitas Benteng Keraton Wolio sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Buton.
"Benteng Keraton Liya dulu dijadikan sebagai benteng pertahanan dari serangan Portugis," terangnya, Rabu (26/8/2020).
Baca juga: Pasir Timbul di Buteng Masuk Nominasi Anugrah Pesona Indonesia
Bahan bangunan dari Benteng Keraton Liya terbuat dari batu gunung dengan campuran putih telur dan kapur sebagai perekatnya.
Pada setiap sudut masuk kompleks benteng terdapat pintu masuk yang mirip seperti rumah panggung, masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Lawa.
