VOC merasa dikhianati karena Kesultanan Buton seharusnya melindungi kapal mereka. Karena hal tersebut, mereka meminta ganti rugi kepada Buton lantaran dianggap menciderai perjanjian keamanan.
Himayatuddin tentu saja menolaknya, terlebih setelah ia tahu bahwa kepala perompak tersebut adalah orang Eropa dan menganggapnya sebagai urusan VOC sendiri.
Aksi perampasan oleh perompak Eropa mulai gencar dilakukan terhadap kapal VOC.
Di sisi lain Himayatuddin mulai mempersiapkan benteng dan pasukannya di hutan dan gunung.
Ancaman perang oleh VOC kepada Buton akhirnya terjadi. Buton memiliki sistem pertahanan dan benteng yang dulu diberikan VOC, namun benteng itu yang digunakan untuk menghadang serangan mereka.
