Itu membuktikan jika pusat Kerajaan Moronene memang di Kabaena, bukan di wilayah daratan. Di Benteng Tawulagi, kata Muhammad Amsar, selain masih tampak batu besar dan agak tinggi tempat melantik mokole, juga terdapat sebuah meriam besar. Dulu, kemungkinan besar untuk melawan penjajah Belanda maupun Tobelo.

Baca juga: Pemkot Kembangkan Bungkutoko Menjadi Kampung Kerang

"Tobelo merupakan sekelompok orang pada zaman dulu yang kerjanya sebagai perompak laut, bahkan tidak segan-segan merampas dan membunuh warga di daratan," ujar Amsar.

Menurut Muhammad Amsar, benteng-benteng di Kabaena diperkirakan didirikan pada tahun 1600-an yang digunakan sebagai tempat persembunyian dan tempat bertahan dari para musuh.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Amsar juga menceitakan terkait bahasa yang digunakan sehari-hari suku Kabaena maupun suku Moronene.