KENDARI, TELISIK.ID – Setiap sumber daya energi yang ingin kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, biasanya membutuhkan proses pembakaran. Dari hasil pembakaran tersebut timbulah gas buangan atau emisi yang biasa disebut dengan gas rumah kaca (GRK).

Dalam jumlah yang berlebih pasalnya GRK bisa sangat berbahaya untuk kelestarian alam, hal ini karena sifat GRK yang panas akan meningkatkan suhu bumi dan berakibat pada ketidakseimbangan iklim juga potensi bencana alam yang besar.

Saat ini GRK menjadi masalah serius bagi keberlangsungan bumi, bahkan sempat dibahas oleh para pemimpin global dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar awal Oktober lalu.

Baca Juga: BKKBN Rutin Berkoordinasi dengan OPD Guna Percepatan Penurunan Stunting

Menanggapi hal tersebut, pemerintah berkomitmen untuk menciptakan sistem ekonomi hijau yang mengedepankan energi terbarukan yang bersih dan meminimalisir GRK. Ide ini bahkan masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024.