JAKARTA, TELISIK.ID - Dalam perbincangan yang kian terbuka tentang seksualitas, praktik BDSM kerap kali disalahartikan dan disamakan dengan kekerasan seksual. Padahal, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam hal persetujuan, komunikasi, serta tujuan emosional dan psikologis.
Untuk memahami lebih dalam, penting mengetahui garis batas yang jelas antara keduanya. BDSM merupakan singkatan dari Bondage and Discipline, Dominance and Submission, Sadism and Masochism.
Istilah ini merujuk pada berbagai praktik seksual dan relasional yang melibatkan elemen kekuasaan dan sensasi tertentu dalam hubungan.
Melansir Halodoc, Jumat (18/4/2025), bentuk BDSM bisa sangat beragam, mulai dari ikatan tubuh, permainan peran, hingga pemberian sensasi rasa sakit secara sukarela dan disetujui. Meski begitu, BDSM bukan semata-mata tentang rasa sakit, melainkan soal keintiman, eksplorasi batasan, dan komunikasi antar pasangan.
Di tengah keterbukaan pembahasan mengenai seksualitas, masih banyak pihak yang menyamakan praktik BDSM dengan kekerasan seksual. Padahal, ada perbedaan prinsipil antara keduanya yang sangat penting untuk dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman dan stigmatisasi.
