BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Masih saja ada pihak yang berupaya mencari keuntungan di masa pandemi COVID-19 ini. Warga yang membeli beras ke Pemda Buton Selatan (Busel) seharga Rp 9 ribu perkilogram, harus membayar tambahan biaya antar ke rumah sebesar Rp 10 ribu.

Hal ini dikeluhkan salah satu warga Kelurahan Jaya Bakti, Kecamatan Sampolawa, Alfian. Kata dia, selain harga beras, mereka juga dikenakan ongkos angkut sampai ke rumah sebesar Rp 10 ribu.

"Tapi bukan dari pemerintah. Sewa angkut dari mobil yang sopirnya teman saya," kata Alfian saat dikonfirmasi wartawan ini melalui sambungan teleponnya, Selasa (5/5/2020).

Ia mengaku tak mengetahui adanya pemberlakuan biaya tambahan itu. Celakanya, biaya tersebut disamaratakan antara mereka yang mengangkut satu karung dengan yang mengangkut tiga karung.

"Jadi dia ini ambil dari kantor kelurahan baru diantarkan ke rumah kita masing-masing. Itu atas perintah dari kepala kampung," ungkapnya.