"Awalnya saya rasa puasa itu berat, saya sampai takjub sama orang-orang Muslim yang tahan puasa dari Subuh sampai Maghrib," ucap Lena.
"Sampai saya ketagihan, rasanya lega sekali saat berbuka, setelah seharian tahan makan dan minum, saya juga jadi bisa merasakan apa yang dirasakan orang-orang di luar sana yang kadang tidak makan sama sekali," tambahnya.
Konsisten berpuasa sunnah selama 3 bulan, Lena juga mulai meminta sahabatnya untuk diajarkan mengaji dan gerakan salat.
Selang beberapa bulan, ia akhirnya mantap mengucap dua kalimat syahadat di salah satu masjid di kampung halaman sahabatnya.
"Saya sengaja ikut dia ke kampungnya untuk diislamkan, saya ingin mereka tetap menemani, soalnya posisinya saat itu lagi libur dan dia dipanggil pulang," tuturnya.
