David Sunar Handoko (64), menuturkan, sebagian besar koleksi buruannya saat dibeli masih berbentuk bahan.

Katanya, bahan merupakan istilah yang merujuk onggokan motor tak berfungsi, yang masih harus dibangun ulang lagi agar dapat berfungsi normal.

Padahal, dari total 400 unit koleksi motor tua keluaran 1916-1980 miliknya, baru 300 unit motor yang layak pajang di museum Handoko yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan 88, Ngampilan, Yogyakarta.

Handoko getol berburu motor tua sejak 1990. Tapi, sejak tahun 2000, ia sudah tak aktif berburu motor tua lagi.

Untuk membeli motor tua yang sudah didandani sebagai koleksi, kata Handoko, bukan pilihan bijak. "Karena harganya sangat mahal," katanya.