KENDARI, TELISIK.ID - Berpindah keyakinan merupakan hal yang tabu bagi kebanyakan orang. Pro dan kontra tentang ajaran agama adalah sesuatu yang akan selalu muncul. Apalagi saat seseorang memutuskan untuk masuk islam dan menjadi mualaf.
Tak hanya membutuhkan keberanian yang besar, namun setiap orang yang melakukannya perlu mempersiapkan diri dengan segala konsekuensi dan sulitnya mendapat restu dari keluarga dan orang-orang terdekat, dengan keputusan yang akan diambil.
Namun berbeda halnya dengan yang dialami oleh gadis asli Kota Raha ini. Pauline Aditya Ramadhani (20), atau yang kerap disapa Caca, bisa dibilang cukup beruntung. Pasalnya, tak hanya diterima untuk masuk islam, ia juga berhasil mengajak satu keluarga untuk menjadi mualaf.
Kisahnya ini berawal saat ia masih duduk dibangku SMP. Caca bercerita bahwa saat itu dirinya yang masih beragama Katolik, selalu melihat tetangga serta orang-orang terdekatnya membaca Al-Qur’an. Apalagi saat di sekolah, ketika pelajaran agama Islam dimulai, entah mengapa ia selalu merasa kesepian.
“Lingkungan di tempat tinggal memang dominan Islam, dan kalau saat pelajaran agama Islam, entah mengapa saya merasa sepi, bukan hanya di sekolah saja tapi saat di gereja pun saya tetap merasa seperti itu. Padahal di sana banyak orang,” ucapnya pada telisik.id, Selasa (8/2/2022).
