Tindakan tersebut sontak memicu protes dari pengendara lain hingga terjadi adu mulut di lokasi.
Tak lama kemudian, percekcokan pun terjadi hingga DJ melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam.
"Ada komplain dari para konsumen karena pelaku tidak mau antre sehingga terjadi percekcokan. Dalam situasi itu pelaku mengeluarkan parang dan mengancam warga yang sedang mengantre BBM," kata Edwin.
Usai membuat kegaduhan, DJ meninggalkan lokasi dan sempat dikejar warga sebelum akhirnya melarikan diri.
Tim Buser 77 Polresta Kendari yang mengetahui peristiwa ini lalu melakukan pengejaran terhadap DJ.
