Pemilik nama asli Sabrang Mowo Damar Panuluh ini lantas bertanya, "Semua yang saya miliki adalah saya akuisisi. Dari sampean (Tuhan) itu yang mana? Makanya saya kemudian me-reset semua."

Baca juga: Di Depan Mahfud MD, Satu Keluarga di Makassar Jadi Mualaf

Noe Letto lantas menjadi gelandangan di Kanada dan tinggal di masjid. Bukan untuk menemukan Islam, melainkan bertahan hidup.

"Karena pikirannya wah mati nih kalau nggak bertahan. Akhirnya mampir ke masjid. Saya bilang numpang tidur di sini boleh? Oh boleh. Dikasih kasur lipet dan bantal," tutur musisi 41 tahun itu.

Berada di masjid, secara tidak langsung Noe Letto belajar Islam. Ia mulai duduk di kajian yang dipimpin seorang Syekh.