Berbaik sangka kepada Allah adalah kenikmatan yang agung dan menjadi jaminan kebahagiaan hidup seseorang di dunia dan akhirat. Dalam hadis Qudsi, dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi SAW bersabda:
Baca Juga: 15 Jenis Jin dan Tugasnya, Ada yang Bertugas Menceraikan Suami Istri
”Sesungguhnya Allah berfirman, “Aku menurut prasangka hamba-Ku. Aku bersamanya saat ia mengingat-Ku. Jika ia mengingatku dalam kesendirian, Aku akan mengingatnya dalam kesendirian-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam keramaian, Aku akan mengingatnya dalam keramaian yang lebih baik daripada keramaiannya. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (HR Bukhari dan Muslim).
Beberapa bentuk husnudzon kita kepada Allah adalah bahwa doa kita akan diterima oleh Allah. Setidaknya, ada tiga cara Allah menerima doa kita, yaitu langsung dinyatakan dalam kehidupan di dunia, dihindarkan dari keburukan hidup dan dibalas di hari akhir nanti. Jika orang tidak yakin doanya akan diijabah, maka ia tidak akan mendapatkan apapun kecuali kehampaan dan keputusasaan.
Husnudzon kepada Allah hukumnya wajib. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai."
