"Penenggelaman tanah yang cepat sering disebabkan oleh ekstraksi air tanah. Ini mengkhawatirkan di Asia di mana banyak kota pesisir sekarang menjadi pusat pertumbuhan, dan ada permintaan yang tinggi untuk ekstraksi air tanah untuk memenuhi kebutuhan air dari populasi yang terus bertambah," ungkap Cheryl seperti dilansir dari koran-jakarta.com

Dia mencatat dengan memperkirakan kecepatan tenggelamnya kota-kota pesisir yang berpenduduk padat, itu dapat membatasi proyeksi banjir pesisir dalam beberapa dekade mendatang.

Rekan penulis dan pakar Ilmu Bumi NTU, Emma Hill mengatakan temuan tersebut memungkinkan masyarakat dan pembuat kebijakan yang terkena dampak untuk mengidentifikasi wilayah berisiko tinggi.

"Dan mengambil tindakan untuk mengatasi risiko pesisir," ujarnya. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan