KENDARI, TELISIK.ID - Monumen Lulo di Taman Teratai Kendari menyimpan sejarah pelaksanaan Molulo Kolosal yang melibatkan 2.535 peserta dalam satu tarian tradisional masyarakat Tolaki.
Monumen yang berdiri di kawasan Taman Teratai, Jalan Edy Sabara, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, itu menjadi penanda peristiwa budaya yang berlangsung pada Minggu, 2 Oktober 2005.
Peristiwa tersebut tercatat sebagai salah satu kegiatan kebudayaan yang melibatkan ribuan orang dalam tarian Lulo. Kegiatan itu memperlihatkan besarnya keterlibatan masyarakat dalam melestarikan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra).
Molulo atau menari Lulo merupakan tarian tradisional masyarakat Tolaki yang dilakukan secara berkelompok. Para peserta membentuk lingkaran, saling bergandengan tangan, kemudian mengikuti irama musik dengan gerakan kaki yang teratur.
Di balik gerakannya yang sederhana, Lulo mengandung nilai kebersamaan, persatuan, dan persaudaraan. Tarian ini juga menjadi ruang pertemuan masyarakat tanpa membedakan usia maupun latar belakang sosial.
