Oleh: Efriza
Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus dan Owner Penerbitan
PARTAI Golkar telah melemparkan psywar mengenai peluangnya menduduki kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Periode 2024-2029. Argumentasi ini dibangun dalam narasi berdasarkan sebaran suara Partai Golkar yang lebih merata terutama tak hanya terkonsentrasi di luar Jawa.
Golkar juga lebih tinggi persebaran suaranya, meski suara itu belum dikonversi menjadi kursi. Golkar berhasil memenangi perolehan suara 15 dari 28 Provinsi meski berada diperingkat kedua, sedangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) yang berada di peringkat teratas hanya berhasil menang pada 9 Provinsi dari 38 Provinsi.
Sebaran suara Golkar ini dianggap lebih baik daripada PDI Perjuangan. Meski, PDIP yang memperoleh suara tertinggi sebagai peringkat pertama 16,39 persen sedangkan Golkar membayangi di posisi kedua dengan persentase 15,05 persen. Tulisan ini ingin melihat realitas perebutan kursi Ketua DPR.
