Memungkinkan kembali revisi UU MD3 dilakukan, apalagi sudah jelas bahwa kekuatan partai politik Pasangan Prabowo-Gibran lebih banyak dan kuat dari pasangan Ganjar-Mahfud, seperti terlihat dari perhitungan suara sementara pada 5 Maret 2024 (sebesar 65,89 persen) bahwa Partai Gerindra 13,3 persen, Golkar 15,05 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 6,95 persen, dan Partai Demokrat (PD) 7,41 persen.

Artinya keempat partai ini memiliki total persentase suara sebesar 42,71 persen, bandingkan dengan kubu PDIP-PPP yakni PDI Perjuangan 16,39 dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 4,01 total jumlah sebesar 20,4 persen. Hanya saja, langkah Koalisi Indonesia Maju (KIM) meski kompak sekalipun, juga berat. Jika mencoba melakukan revisi dan merumuskan kembali paket yang Ketua DPR-nya dari Golkar.

Sebab pasangan dari kubu Ganjar-Mahfud telah lebih intens bersama dengan kubu Anies-Imin yang kekuatan dari tiga Partai yaitu Nasdem 9,43 persen, PKB 11,53 persen, dan PKS 7,5 persen atau sekitar 28,46 persen. Artinya bila kubu Anies dan Ganjar berkoalisi di Parlemen kekuatannya adalah sebesar 48,86 persen lebih kuat dari kubu pemerintah yang hanya 42,71 persen.

Ini artinya jika ingin mensukseskan kembali seperti Pemilu 2014 lalu, maka KIM harus menggoda barisan partai-partai lain dari dua koalisi yang ada. Kemungkinkan untuk kembali seperti 2014 adalah PPP, sebab PPP saat ini juga sudah mendeklarasikan diri juga bersedia memilih pindah haluan kepada kubu pemerintah, sehingga mereka bisa dapat kompensasi kursi dari Presiden Prabowo nantinya. Jika seperti ini maka kekuatan dari Kubu 01 dan 03 menjadi hanya sebesar 44,85 persen, sementara kubu 02 yakni Prabowo-Gibran menguat menjadi sebesar 46,72 setelah bergabungnya PPP.

Upaya untuk mengajak PPP lebih memungkinkan ketimbang dengan beredarnya isu negatif yang menyatakan bahwa 18 kursi DPR dari PPP dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat ini sedang diincar oleh Golkar. Kursi tersebut ditenggarai “dipindahkan” kepada Golkar, agar Golkar mendapatkan kursi paling banyak di DPR, dengan harapan Golkar bisa jadi Ketua DPR.