Bagi Taslim, hoaks sering digunakan untuk menjatuhkan orang lain maupun lawan dan ini mengganggu proses demokrasi.  

“NasDem masih mempertimbangkan menempuh jalur hukum. Kami mengingatkan publik agar jangan menyebarkan hoaks karena ada implikasi hukumnya,” imbau Taslim.

Ketua DPP NasDem, Bakhtiar Ahmad Sibarani, pun memastikan rekaman percakapan mirip suara Paloh dan Anies itu hoaks.

“Ini kita duga dibuat oleh orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk menang. Orang-orang yang tidak yakin yang didukungnya akan menang. Karena melihat saat ini dukungan ke Anies dan NasDem tidak terbendung lagi,” ujar Bakhtiar, Selasa (23/1/2024).

Beredarnya rekaman perbincangan mirip suara Paloh dan Anies, menurut Bakhtiar, seharusnya tidak terjadi karena tujuannya hanya untuk menjatuhkan kredibilitas Anies yang sudah melekat di hati publik.