"Banyak anggota PKH semua dikasitau memang, bilang kalau tidak ada suara untuk Hj Nirna akan dihapuskan memang itu PKH, tidak dapat PKH," ungkap salah seorang perempuan dalam video yang telah beredar.

Dalam video tersebut diceritakan, ia bukan penerima namun banyak tetangganya yang menerima PKH yang mengaku diintimdasi harus mencoblos salah satu bacaleg tersebut.

"Mereka bicara-bicara, jadi akhirnya kita dengar karena memang langsung," ungkapnya.

Video tersebut mengundang perhatian dan berbagai komentar warganet, hingga tersebar di beberapa grup-grup Whatsapp.

Saat dimintai keterangan terkait video yang beredar mengintimidasi warga di Kelurahan Mandonga tersebut, pihak Bawaslu Sulawesi Tenggara mengaku sedang ditelusuri oleh Bawaslu Kota Kendari.