"Jadi kami melaut itu menginap di atas bagang namanya terus menunggu ikan masuk ke jaring, kami pancing mereka menggunakan pencahayaan, Jadi semua ikan pasti ngumpul di bawah bagang ikan, yang masuk juga macam macam bentuknya, ada yang kecil kalau beruntung itu biasanya bisa menangkap ikan yang berukuran besar," katanya.

Ia juga mengatakan, kalau cuaca sedang bagus biasanya menangkap ikan lebih banyak dan tentu keuntungan yang diperoleh jauh lebih banyak. Pendapatan nelayan yang sering didapatkan pada musim Barat dan musim Timur tentu berbeda.

"Kalau persoalan pendapatan itu tidak menetap, tergantung apakah saat itu hujan deras atau tidak. Kalau hujan deras tidak akan turun, karena ombak besar bahaya, tapi biasanya kalau musim Barat biasanya didapatkan saat turun melaut sebesar Rp 50.000, tapi kalau musim Timur pendapatan biasanya lebih tinggi Rp 100.000 sekali turun melaut karena ombak di laut tidak begitu tinggi," tambah Ahmad.

Baca Juga: Puluhan Jurnalis di Kota Kendari Gelar Aksi Tolak Revisi UU Penyiaran

Ahmad mengatakan, saat ini harga ikan berbeda-beda tergantung jenis, ada yang dijual per ekor, per kilo dan per gabus. Untuk hasil bagang terbilang mahal yaitu dijual per gabus senilai yang biasanya rata Rp 500.000, dijual Rp 1.000.000 hingga Rp 2.000.000 per gabusnya.