Sekda Pemprov Sultra, Nur Endang Abbas, mewakili gubernur dalam rapat tersebut mengapresiasi pada pengurus pusat yang masih mempercayakan Sultra sebagai tuan rumah HPN meski bergeser nanti di 2022.
Menurutnya, Pemprov akan lebih siap lagi jika dua tahun masa persiapan untuk menyambut kegiatan nasional berskala besar itu. Apalagi menghadirkan presiden di Bumi Anoa.
"Kami sangat berterima kasih kepada PWI pusat yang masih mempercayakan Sultra sebagai tuan rumah tahun 2022. Kami sangat berharap bisa mempersiapkan lebih baik untuk menyambut para tamu se Indonesia dan negara sahabat di sini, semoga bisa tuan rumah yang baik nanti," katanya.
Nur Endang menambahkan, untuk tetap mempromosikan Sultra di HPN 2021, pihak Pemprov akan menitip beberapa hal kepada panitia HPN, seperti membuatkan seragam panitia menggunakan kain tenun khas Sulawesi Tenggara, serta hal lain. Ia juga akan berkunjung ke kantor pusat PWI untuk koordinasi lebih lanjut mengenai persiapan tersebut.
Sementara itu, Ketua PWI Sultra, Sarjono mengaku, cukup sedih sekaligus lega dengan keputusan itu. Sebab persiapan yang cukup melelahkan yang dilakukan sejak sebelum pelaksanaan HPN 2020 di Banjarmasin Kalimantan Selatan lalu untuk mempromosikan Sultra sebagai tuan rumah HPN 2022, hingga menggelar Gala Dinner, harus berujung pergeseran waktu.
