Tindakan ini jelas sudah berlawanan dengan fungsi partai politik. Pertama partai politik hadir untuk mengakomodasi pikiran-pikiran kritis dan cerdas dan mengarahkannya menjadi alternatif gagasan yang bermanfaat bagi kehidupan politik.
Kedua, partai politik harus mampu tampil di depan dalam pendidikan politik. Dalam konteks demokrasi misalnya, partai politik harus memperlihatkan teladan kepada publik bahwa perbedaan pendapat dalam proses pengambilan keputusan adalah hal yang wajar sebagai manifestasi partisipasi politik.
Partai politik juga perlu menunjukkan contoh kepada publik bahwa dalam berkompetisi posisi-posisi penting dalam masyarakat harus tetap menjunjung tinggi fairness, lapang dada menerima kekalahan, bukan malah kasak-kusuk mencari koneksi atau melakukan kolusi persis seperti yang dilakukan oleh pejabat Orde Baru.
Ketiga, partai politik perlu mempersiapkan lahirnya pemimpin yang jujur dan pemimpin yang bisa memegang amanah rakyat.
Seharusnya PPP sadar diri untuk menjadi partai menengah di Sultra harus merebut dukungan dari masyarakat demi kepentingan politiknya di 2024 bukan malahan membuat konflik internal yang akan menurunkan elektabilitas partai.
