NASA akan mendapatkan data dari sejumlah satelit, seperti ACE, WIND, IMP-8, dan Geotail. Tugasnya adalah mengembangkan cara untuk mengetahui secara presisi kapan badai matahari terjadi dan dampak yang ditimbulkan.
Dilansir dari Cnbcindonesia.com, tim peneliti mengungkapkan bisa memprediksi tingkat keparahan dan arah peristiwa kurang dari satu detik. Setiap menitnya, DAGGER juga bisa membuat prediksi.
Badai matahari ini gak bisa dianggap sepele. Sekitar 35 tahun yang lalu, misalnya, badai Matahari membuat kota Quebec di Kanada mati listrik selama berjam-jam.
Fenomena yang lebih dahsyat dikabarkan pernah terjadi di Manchester, kejadian tersebut terjadi di Carrington, Inggris di tahun 1859. Jika peristiwa di Carrington terjadi pada era modern, bisa dipastikan infrastruktur listrik dan komunikasi bisa hancur lebur.
Baca Juga: Makin Canggih, Robot Masa Depan Bakal Ringankan Pekerjaan Rumah Tangga
