Padahal terdapat anggaran daerah sebesar Rp 50 juta dalam pembangunan dermaga tersebut.
Kemudian soal ganti rugi lahan Pemda di Kelurahan Bandar Batauga yang terkesan diskriminasi. Bagaimana tidak, Pemda hanya mengganti lahan milik ketua DPRD Busel, La Ode Armada yang tidak lain adalah adik Bupati Busel, La Ode Arusani sebesar Rp 250 ribu.
Sementara pemilik lahan lainnya hanya dikenakan ganti rugi tanaman.
"Ini sangat diskriminasi sekali. Harusnya pemerintah itu berpihak kepada rakyat. Tapi yang terjadi hanya memperkaya diri sendiri. Coba penegak hukum cek bangunan itu, lahannya milik siapa? karena itu dibeli gunakan uang daerah," ucapnya.
Hingga berita ini dibuat, aksi unjuk rasa masih terus dilakukan. Sementara pihak pemda maupun kosubga KPK belum menemui massa. (A)
