Kronologi kejadian ini mengungkapkan bahwa pada pukul 13.30 Wita, korban Farli dan teman-temannya tengah berenang di pantai menggunakan ban pelampung. Namun, nasib tragis menimpa mereka ketika ban pelampung terlepas karena hempasan ombak, menyebabkan keempatnya terseret arus yang kuat.

Beruntung, tiga di antara mereka, yakni Arya, Fahmi, dan Muh. Nurfadilah, berhasil diselamatkan oleh pengunjung pantai yang sigap. Namun, pencarian yang dilakukan oleh Tim Rescue Unit Siaga SAR Konawe Utara terus berlanjut untuk mencari korban yang masih hilang, yakni Farli.

Baca Juga: Akhir Pekan dengan Keindahan Laut Kota Raha, Lokasi Tepat untuk Nongkrong

Kondisi cuaca saat peristiwa terjadi adalah berawan, dengan kecepatan angin berkisar antara 3 hingga 24 knot dan tinggi gelombang sekitar 0,5 hingga 1,5 meter. Cuaca yang tidak bersahabat ini menjadi faktor utama sulitnya menemukan Farli.

Saat ini, keluarga korban dan masyarakat sekitar Pantai Taipa bersatu dalam doa dan harapan agar Farli segera ditemukan dalam keadaan selamat. Operasi pencarian terus berlanjut tanpa kenal lelah, dengan harapan membawa kabar baik.