Kendati demikian, Yusuf menambahkan, jika ada pohon jambu mete yang masih berbuah meski cuaca seperti sekarang, ia merekomendasikan untuk mengambil benih dari pohon jambu mete tersebut.
"Mungkin itu kita rekomendasikan kalau tidak dapat bantuan dari pemerintah, ambil benih dari pohon yang lebih produktif. Karena jambu ini, kalau jambu yang induknya berbuah pastinya dia akan berbuah. Kan secara vegetatif sifat-sifat itu diturunkan," jelasnya.
"Hanya kan kita petani ini memilih jambu untuk benih itu diambil di tumpukan jambu, dia tidak tau asal buahnya dari pohon mana. Sehingga sering dalam sosialisasi saya katakan, bahwa memilih benih itu bukan biji jambunya yang bagus, tapi asal pohonnya dari mana. Pilihlah dari pohon yang berbuah sepanjang masa dia tidak pernah gagal. Itu salah satu yang kita rekomendasikan," tambahnya.
Rata-rata tanaman jambu mete yang kalau ditanam dahulu dengan pola atau dengan tujuan reboisasi, Yusuf menyebut itu sudah tidak produktif lagi. Kata dia sudah untung-untungan untuk berbuah. Ia memperkirakan, tanaman jambu mete yang masih produktif ini sekira 3000-an hektar, selebihnya sudah harus direhabilitasi.
Baca Juga: Ketua DPRD Sumut Sepakat Bangun Jalur Alternatif Medan - Tanah Karo, Ini Tujuannya
