"Alhamdulillah, kami mendapatkan pembimbing yang bagus diajak diskusi, dan saran-sarannya sangat sesuai dengan permasalahan atau yang sedang kita butuhkan. Caranya juga bimbingan kita dan arahkan kita mau bagaimana itu sangat runtut," ungkapnya.
Sementara itu, Waode Erytrina Desvia Molabina berharap agar bisa terus mengasa apa yang sudah didapatkan dan tidak ingin berpuas diri.
"Kita jadikan ini sebagai batu pijakan. Semoga ke depannya kita bisa lagi dapat ide-ide, karena sebenarnya masih banyak lagi yang bisa kita eksplor terus kita carikan penyelesaian masalahnya," ujarnya.
Kemudian, guru pembina Djumriani mengatakan, kendala yang dihadapi berkaitan dengan waktu, karena ketiga siswanya harus menyesuaikan waktu belajar disekolah seperti biasanya dan menyelesaikan KTI.
Baca Juga: Singkirkan Ratusan Peserta, MTs Ummusshabri Sabet Juara Umum di I-Smart Competition 2022
