KENDARI, TELISIK.ID – Di tengah gempuran transportasi online, Lanidu (74), seorang tukang becak asal Lorong Dolog, Kelurahan Mandonga, masih setia mengayuh becaknya demi mencari nafkah.

Meski pendapatan tidak menentu, Lanidu tetap memilih bertahan sebagai tukang becak karena keterbatasan kemampuan dan tidak ada pekerjaan lain yang bisa ia lakukan di usianya yang sudah lanjut.

Ia mulai menjadi tukang becak sejak 1971 di Kota Kendari, saat jumlah penumpang masih ramai. Namun, kini kondisinya jauh berbeda karena sepinya penumpang.

Baca Juga: Oddo, Betah Puluhan Tahun sebagai Juru Pikul Barang di Pasar Mandonga Kendari

"Dulu masih ramai, tapi sekarang penumpang sepi. Pendapatan setiap hari tidak menentu," ucap Lanidu saat ditemui, Rabu (6/8/2025).