Lanidu setiap hari mangkal di depan Pasar Basah Mandonga, lokasi yang tidak pernah ia tinggalkan sejak pertama kali bekerja.
Menurutnya, pekerjaan ini adalah satu-satunya kemampuan yang ia miliki. Meski harus menghadapi persaingan dengan transportasi online, ia tidak memiliki pilihan lain selain tetap mengayuh becak demi mencukupi kebutuhan hidup.
Baca Juga: Arifin Perantau Asal Kolaka Berjuang 10 Tahun dari Usaha Kuliner Batagor di Kendari
Lanidu menjalani hari-harinya dengan kesabaran. Ia mengakui pendapatannya tidak menentu, terkadang cukup untuk memenuhi kebutuhan tetapi kadang juga tidak, terutama saat penumpang sepi.
Saat ini, ia terus berjuang mengayuh becak setiap hari meski fisiknya tidak sekuat dulu. Meski keadaannya serba kekurangan, ia berharap ke depan rezekinya bisa semakin lancar dan penumpang kembali ramai seperti dulu. (C)
