Ketua Jurusan Ilmu Tanah menjelaskan, penilaian dalam kompetisi tersebut mencakup pengamatan tekstur, warna, dan struktur tanah. Peserta juga dituntut memahami klasifikasi tanah, termasuk jenis Ultisol dan Inceptisol, serta menentukan kesesuaian lahan untuk kegiatan pertanian.
Dalam perlombaan itu, tim UHO menghadapi tantangan berupa perbedaan peralatan pengamatan yang digunakan di lokasi kompetisi dengan peralatan yang biasa mereka pakai saat latihan di kampus.
Perbedaan tersebut mengharuskan anggota tim menyesuaikan diri selama proses pengamatan. Kekompakan dan ketelitian menjadi bagian penting dalam menyelesaikan tahapan penilaian.
Dekan Fakultas Pertanian UHO, Prof. Dr. Ir. H. R. Marsuki Iswandi, M.Si., mengapresiasi pencapaian tim mahasiswa tersebut. Ia menilai hasil kompetisi itu menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan akademik dan keterampilan lapangan pada ajang tingkat nasional.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa Ilmu Tanah. Ini membuktikan bahwa pembinaan akademik dan praktik lapangan yang kami lakukan mampu bersaing di tingkat nasional. Semoga ini memotivasi mahasiswa lain untuk terus mengasah keahlian dan berani berkompetisi,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).
