Sementara itu, perwakilan mahasiswa menyebut penyesuaian terhadap peralatan menjadi salah satu tantangan selama mengikuti kompetisi. Mereka mengandalkan kerja sama tim untuk menghadapi perbedaan kondisi pengamatan di lapangan.

“Tantangan terbesar kami adalah adaptasi alat di lapangan, namun berkat kekompakan, ketelitian, dan ketenangan tim, kami bisa melaluinya. Terima kasih untuk dukungan jurusan dan fakultas,” ungkapnya.

Prestasi tersebut menjadi capaian mahasiswa Fakultas Pertanian UHO dalam kompetisi keilmuan di tingkat nasional. Selain menguji pemahaman teori, Soil Judging Contest menuntut peserta menerapkan keterampilan pengamatan untuk menentukan karakteristik dan potensi pemanfaatan tanah.

Kemampuan tersebut berkaitan dengan pengelolaan lahan pertanian, mulai dari mengenali sifat tanah hingga menentukan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan. Karena itu, penguasaan analisis tanah menjadi salah satu keterampilan yang dibutuhkan dalam bidang pertanian.

Fakultas Pertanian UHO berharap capaian tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan praktis melalui kegiatan ilmiah serta kompetisi ant perguruan tinggi. (D-Adv)