“Saya lalu mulai menjualnya ke penampung di kampung kami. Eh produknya laku. Saya langsung semangat,” ujarnya.

Baca Juga: Kafe Lesehan di Kota Kendari Menjamur

Kerajinan Nentu membuatnya bisa menghasilkan uang untuk membiayai sekolahnya sejak SD hingga SMA.

“Setelah lulus saya berpikir untuk pindah ke Kendari, meneruskan kuliah. Tapi ibu saya tidak setuju,” ceritanya.  

Meskipun ditentang, Sarlin tetap memutuskan melanjutkan kuliah di Universitas Halu Oleo.