"Sekarang kami kewalahan melayani permintaan dari daerah. Permintaan datang dari berbagai kabupaten, tak hanya dari Kendari tapi juga misalnya dari Buton Utara," tuturnya.

Sarlin bahkan mencoba langkah berani, menjual produknya melalui platform online  dan untuk ekspor. Ternyata permintaan mengalir. Ini membuatnya kaget, karena ia ternyata tak siap dengan tenaga kerja dan modal usaha untuk memenuhi permintaan tersebut.

Covid, Pesanan dan Modal Kerja

Pandemi ternyata tidak menyurutkan permintaan kerajinan Nentu.  Permintaan tetap ada, baik dari wilayah Sulawesi Tenggara maupun dari luar negeri.  

“Saya sebenarnya punya solusi untuk memenuhi kebutuhan ini, tapi ini tentu saja butuh dukungan pemerintah,” jelasnya.