Saat ini ia sendiri bisa menghasilkan prndapatan Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per bulan dari kerajinan Nentu. Harga juga sangat ditentukan oleh tingkat kerumitan termasuk ukuran produk itu sendiri.
"Proses lama biasanya di tahapan membersihkan tanaman Nentu dan merajutnya. Kalau di tahap menganyam, ini sudah bisa cepat,” tambah Wahyuddin.
Tanaman Nentu
Dikutip dari budaya-indonesia.org, kerajinan tangan Nentu adalah salah satu kerajinan tangan berbentuk anyaman dengan bahan dasar batang tanaman merambat yang oleh masyarakat Sulawesi Tenggara dikenal sebagai Nentu.
Tanaman Nentu tumbuh liar di kawasan hutan di Sulawesi Tenggara, seperti di Kabupaten Muna, Muna Barat, Buton Tengah, Buton, Buton Utara dan Bombana.
