Nentu sekilas seperti tanaman parasit yang tumbuh di hutan dengan batang yang merambat hingga melilit pada batang maupun ranting pohon. Batang yang sudah tua inilah yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan anyaman.
Produk-produk yang dihasilkan dari kerajinan tangan lokal ini sangat kuat dan tahan lama, karena batang tanaman Nentu sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan ini sangat kuat dan alot namun ringan.
Baca Juga: Cuaca Buruk, Harga Ikan Melambung Tinggi Dibanding Ayam Potong
Sementara itu Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kendari Sri Lestari Sulkarnain mengatakan, selain dapat menggerakkan sumberdaya untuk mengembangkan potensi masyarakat di Kota Kendari, nantinya melalui pengembangan masyarakat, kearifan lokal seperti anyaman Nentu, akan bisa terekspose tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkesempatan melaksanakan pelatihan kewirausahaan kerajinan anyaman Nentu. Apalagi dalam kondisi pandemi saat ini, kita dituntut untuk bisa mengembangkan potensi dan menghidupkan kembali perekonomian kita,” katanya, saat membuka pelatihan pengrajin Nentu Oktober lalu, seperti dikutip dari kendarikota.go.id.
