KENDARI, TELISIK.ID – Nasib sejumlah pedagang di Pasar Sentral Wua-Wua Kota Kendari masih menjerit hingga saat ini.
Bagaimana tidak, menjamurnya pasar ilegal di Kendari membuat pengunjung di pasar itu menepi.
Masyarakat diduga lebih suka membeli di lapak pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak di pinggiran pasar dibanding belanja di dalam gedung mewah yang diresmikan oleh Wali Kota Kendari, Asrun pada 1 November 2016 lalu.
Selama ini pula, pedagang tidak pernah tinggal diam, mereka sudah berulangkali mengadukan kondisi pasar yang sepi ke Pemerintah Kota maupun DPRD. Rencana penertiban itu lalu disuarakan.
Hanya saja setelah lima tahun berlalu, hingga saat ini, pasar panjang tak kunjung ditertibkan, PKL pun semakin menjamur. Pada akhirnya, pedagang hanya punya dua pilihan, pindah atau bertahan.
